Investasi pada infrastruktur pendidikan tinggi vokasi, seperti yang direncanakan oleh Politeknik Negeri Batam (Polibatam), merupakan bentuk investasi sosial yang strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil berlisensi guna mendukung kebutuhan industri nasional, khususnya di kawasan Batam yang memiliki posisi geografis dan potensi ekonomi strategis. Artikel ini menunjukkan bahwa meskipun nilai manfaat ekonomi secara kuantitatif tampak lebih rendah dari total biaya, manfaat sosial, kultural, dan politik dari investasi pada infrastruktur pendidikan tinggi vokasi sangat signifikan. Untuk menarik minat investor, Polibatam perlu mengidentifikasi investor strategis, mengeksplorasi sumber pendapatan (revenue stream) dari seluruh fasilitas dan layanan pendidikan, serta menyusun proyeksi risiko dari berbagai pemangku kepentingan dengan alokasi dan mitigasi yang tepat. Salah satu kekuatan utama Polibatam adalah pengembangan klaster bisnis aviasi melalui hanggar Maintenance Repair Overhole (MRO) dan program teknisi pesawat berlisensi Approved Maintenance Training Organization (AMTO) yang memiliki prospek tinggi mengingat pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia. Artikel ini juga menekankan pentingnya dukungan fiskal dan regulasi dari pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kawasan industri MRO di wilayah barat Indonesia. Dengan skema KPBU yang tepat dan standar infrastruktur bertaraf internasional, Polibatam dapat menarik minat investasi sekaligus memperkuat daya saing pendidikan vokasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ditulis oleh IIGF Institute, University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID)