IIGF
Dampak Sosial dan Mitigasi Pembangunan Angkutan Umum Massal di Perkotaan: Studi Kasus LRT Kota Medan
Chapter 4

Dampak Sosial dan Mitigasi Pembangunan Angkutan Umum Massal di Perkotaan: Studi Kasus LRT Kota Medan

Pembangunan angkutan umum massal seperti Light Rail Transit (LRT) Kota Medan menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi urbanisasi dan kemacetan lalu lintas; meski demikian, proyek ini juga berpotensi menimbulkan dampak sosial yang kompleks. Artikel ini menyoroti pentingnya pelibatan Key Interest Groups, termasuk pemilik lahan, operator angkutan umum yang telah ada sebelumnya, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan mereka dalam program pembangunan angkutan umum massal dapat meningkatkan potensi keberhasilan dan mencegah terjadinya konflik. Pada praktiknya, konflik sosial bisa saja muncul, antara lain berupa penolakan pembebasan lahan, kekhawatiran kehilangan mata pencaharian oleh sopir dan pemilik angkutan eksisting, serta keterlibatan organisasi kepemudaan yang menuntut peran dalam proyek. Untuk itu, terdapat beberapa strategi mitigasi yang dapat dilakukan, seperti peningkatan kapasitas (capacity building) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara intensif dan pengembangan sistem transportasi terintegrasi dengan skema kompensasi bagi pihak terdampak. Pendekatan ini mencakup solusi teknis, sosial, dan budaya, seperti alih profesi dan integrasi operator lokal ke dalam sistem baru. Artikel ini merekomendasikan perencanaan yang inklusif dan antisipatif agar proyek KPBU LRT dapat berjalan tanpa hambatan yang berarti serta memberikan manfaat maksimal bagi kota dan masyarakat Medan.

Pertama diterbitkan: 31 Agustus 2025
Penulis:
Medis Sejahtera Surbakti
Halaman:
44 s.d 50
Kutipan (APA):
Surbakti, M. S. (2024). Dampak sosial dan mitigasi pembangunan angkutan umum massal di perkotaan: Studi kasus LRT Kota Medan. Dalam R. Widianingrum, A. Andar, A. A. Fatah, R. M. Iqbal, I. Dayana, R. F. Zahro, A. S. Winansyah, & R. Handayani (Ed.), Kompendium rekomendasi kebijakan infrastruktur: Kajian berbasis studi kasus (Indonesia Infrastructure Roundtable 13–24) (hlm. 44–50). PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). https://doi.org/10.35166/iigf.9786027222786.04
Maximize
174 Jumlah Artikel Dilihat
Unduh
Dampak Sosial dan Mitigasi Pembangunan Angkutan Umum Massal di Perkotaan: Studi Kasus LRT Kota Medan
PDF File. 866 KB 0 Unduh
Registrasi Untuk Unduh

Chapters Lainnya

  • Chapter 1 : Mewujudkan Bandar Udara Internasional sebagai The World’s Centre of Airport City: Studi Kasus Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
  • Chapter 2 : Kajian Risiko Kondisi Jalan Akses terhadap Kinerja Pengusahaan Jalan Tol: Studi Kasus PJT Pandaan-Malang
  • Chapter 3 : Mitigasi Risiko Kompetisi dalam Investasi Jalan Tol: Studi Kasus PJT Manado-Bitung
  • Chapter 5 : Peluang Investasi pada Infrastruktur Pendidikan Tinggi Vokasi: Studi Kasus Politeknik Negeri Batam
  • Chapter 6 : Alokasi Risiko Investasi pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan: Studi Kasus Proyek RSPTN Udayana
  • Chapter 7 : Prospek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha untuk Penyediaan Infrastruktur: Studi Kasus Apartemen Rakyat Kota Bandung
  • Chapter 8 : Peran Stakeholders dan Strategi Pengelolaan Sampah Perkotaan: Studi Kasus TPST Regional Piyungan
  • Chapter 9 : Strategi Kebijakan KPBU untuk Infrastruktur Perguruan Tinggi: Studi Kasus Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran
  • Chapter 10 : Keberlanjutan (Sustainability) dalam Jaringan Perdagangan Internasional: Studi Kasus Ambon New Port
  • Chapter 11 : Promoting Resilient Infrastructure and Public-Private Partnerships: A Special Issue for G20 Forum Meeting
  • Chapter 12 : Peluang dan Tantangan Pengembangan Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui Skema KPBU: Studi Kasus Proyek PJU Kota Samarinda
KOMPENDIUM REKOMENDASI KEBIJAKAN INFRASTRUKTUR Kajian Berbasis Studi Kasus Indonesia Infrastructure Roundtable (IIR) 13 - 24
Books

KOMPENDIUM REKOMENDASI KEBIJAKAN INFRASTRUKTUR Kajian Berbasis Studi Kasus Indonesia Infrastructure Roundtable (IIR) 13 - 24

Ditulis oleh IIGF Institute, University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID)