Pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan pembiayaan jangka panjang yang stabil dan berkelanjutan. Dana pensiun – sebagai salah satu bentuk investasi institusional – memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif pembiayaan infrastruktur. Namun, keterbatasan regulasi, rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya skema pengelolaan masih menjadi tantangan dalam pemanfaatan dana pensiun untuk pembiayaan infrastruktur. Studi ini mengkaji model pengelolaan dana pensiun di Kanada sebagai rujukan reformasi sistem dana pensiun di Indonesia. Kanada berhasil membangun sistem pengelolaan yang profesional, independen, dan akuntabel melalui pendekatan evolusioner dari entitas pra-reformasi hingga menjadi entitas matang dengan tata kelola unggul. Praktik baik (best practice) pengelolaan dana pensiun di Kanada menunjukkan pentingnya dukungan dari pemangku kepentingan dan manajemen internal yang profesional, peraturan investasi yang fleksibel, serta diversifikasi aset investasi. Di sisi lain, Indonesia masih berada pada tahap transisi menuju sistem yang lebih integral dan efisien. Pemerintah Indonesia perlu melakukan reformasi struktural di bidang oengelolaan dana pensiun, seperti penyusunan regulasi investasi yang mendukung investasi langsung pada sektor infrastruktur, peningkatan tata kelola, serta penguatan ekosistem dana pensiun. Dengan pembelajaran dari Kanada, Indonesia diharapkan dapat memperkuat peran dana pensiun sebagai sumber pembiayaan strategis untuk pembangunan infrastruktur nasional dalam jangka panjang.
Ditulis oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)